Mamanya Dandy & Denissa

Sunday, January 21, 2007

"Akhirnya Kakak Rajin Sholat"

Saat ini ada hal yang bikin saya senang sekali. Hal ini disebabkan karena akhirnya anak saya Dandy mau sholat 5 waktu. Padahal dulu kalau disuruh sholat susahnya minta ampun, paling hanya Subuh, Magrib or Isya aja. Pokoknya asal ada orang tuanya dia sholat. Berbagai cara sudah saya gunakan untuk membuatnya agar rajin sholat. Dari cara yang halus sampai kasar. Dari saya bilang "nanti kalau kakak gak sholat di akhirat nanti papa sama mama yang ditanya sama Allah", tapi tetap aja dia sholat saat itu aja dan besoknya blasssss lewat lagi. Dan saya memang berusaha agar gak bosan untuk nasehatin dia secara dia udah 8 tahun dan udah disunat, berarti dia kan sudah harus bisa sholat.

Akhirnya Allah mendengar doa saya, tanpa saya rencanakan dan tanpa saya sadari akhirnya sekarang kakak rajin sholat dan tanpa ngomel dulu. Ceritanya begini: Waktu itu anak saya Denissa diundang ulang tahun sama teman cowok sekolahnya, seperti biasa saya beli kado untuk kawannya itu. Dan karena masih kecil maka saya beli mainan anak2 yaitu robot2an. Pada waktu saya bawa pulang si kakak lihat dan bilang itu untuk siapa Ma?? Ya ini untuk temannya Ade yang ulang tahun besok. Trus dia ngedumel "Mama sih kalau orang aja dibeliin kado bagus2 kalau giliran aku aja yang jelek2...Ya ampun sayang ini kan mainan biasa harganya pun gak mahal, bagusan juga mainan kakak yang mama beliin. (Asal tahu aja anak saya ini memang robot maniac). Dan akhirnya dia bikin perjanjian sendiri, Ma aku beliin robot dong...dan tiba2 muncul ide dlm otak saya,"Ok, mama akan beliin kamu mainan asalkan Kakak sholatnya rajin alias 5 waktu gak pake bolong2". "Iya Ma?" ..Iya, saya bilang begitu. Tapi dengan catatan bukannya berarti besok kamu sholatnya full trus lgs mama beliin mainan. Mama akan beliin tiba2 dan itu namanya surprise. Jadi kalau mama lihat sholat kamu rajin baru mama beliin. Alhasil, akhirnya sekarang kakak rajin sholat dan memang saya kontrol terus dari kantor dan mbaknya dirumah ngomong kalau dia selalu nanya "udah dhuzur belum atau udah Ashar belum"....ah senangnya saya mendengarnya. Dan itu sudah terjadi dari seminggu yang lalu.
Alhamdullillah Ya Allah akhirnya anakku mau sholat juga, walaupun sholatnya belum sempurna dan doanya belum hafal semua tapi paling tidak dia sudah punya kesadaran akan kewajibannya sebagai seorang muslim. Semoga doa saya agar mempunyai anak yang sholeh dan sholehah dapat terwujud...Amin.

Wednesday, January 10, 2007

Persoalan Hidup

Gak mungkin rasanya kalau dibilang manusia hidup tanpa persoalan. Setiap hari setiap waktu pasti ada aja masalah yang timbul. That's a life...

Ceritanya kemarin lagi iseng2...secara lagi ada problem juga sih (ehem..) saya buka2 situs republika dan di kolom Hikmah ada kajian ini...bagus banget untuk kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT....dan Insya Allah bisa membuat kita lebih bijak dalam menghadapi persoalan hidup.

Persoalan Hidup
Oleh : Bahron Anshori

Suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia mengajukan enam pertanyaan. Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya.

Imam Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "mati". Sebab kematian adalah janji Allah SWT. "Setiap yang bernyawa (pasti) akan merasakan mati." (QS Ali Imran [3]: 185). Lalu Imam Ghazali meneruskan pertanyaan kedua, "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar.

Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Siapa pun kita, bagaimana pun kita, dan betapa kayanya kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Imam Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga, "Apa yang paling besar di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghazali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu".
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu. Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?" Di antara muridnya ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban hampir benar, kata Imam Ghazali, tapi yang paling berat adalah "memegang amanah." Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?" Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghazali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan "shalat".

Lalu pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang...?" Benar kata Imam Ghazali, tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan kematian, senantiasa belajar dari masa lalu, dan tidak memperturutkan nafsu? Sudahkah kita mampu mengemban amanah sekecil apapun, senantiasa menjaga shalat, dan selalu menjaga lisan kita?

Tuesday, January 02, 2007

Tahun Baru 2007

Gak terasa tahun 2006 udah berakhir dan udah masuk Tahun Baru 2007. Ini berarti usia kita akan bertambah satu tahun lagi. Ada rasa sedih dan senang menghadapi di Tahun Baru ini, sedih karena ingat kejadian - kejadian yang kita alami di tahun lalu dan senang karena kita masih di beri umur panjang oleh Allah SWT dan artinya kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri kita.

Buat saya pribadi tahun 2006 adalah tahun - tahun penuh dengan kejadian - kejadian yang gak akan saya lupakan seumur hidup saya. Kejadian yang paling menyedihkan buat saya adalah saat saya harus kehilangan dua teman saya (Alm. Vera Agusta dan Sugeng Prihatin). Namun disamping itu juga ada kejadian - kejadian yang bikin saya senang juga, ah pokoknya macam - macamlah. Dan tahun 2006 juga adalah tahun yang paling banyak ujiannya buat saya. Tapi saya yakin ujian itu Allah berikan sama saya karena Allah sayang sama saya. Dan Insya Allah saya bisa melewatinya.

Di Indonesia sendiri Tahun Baru ini diawali dengan musibah, ya musibah Kapal Laut dan jatuhnya pesawat Adam Air. Ah..kenapa ya Indonesia ini gak pernah lepas dari bencana. Belum selesai yang satu, sudah ada lagi bencana lain. Sedih juga kalau baca berita2 yang saat ini menjadi Headline dimana2. Tapi itulah takdir, kita tidak bisa menghindar dari takdir, karena itu Allah yang punya. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah harusnya kita intropeksi diri kita masing - masing kenapa ini bisa terjadi. Sejujurnya saya sebagai warga Indonesia sedih sekali melihat keadaan negara kita yang seperti ini. Kesusahan dimana-mana, bencana dimana2. Saya cuma berharap semoga saja dengan kejadian-kejadian seperti ini membuat kita sadar diri. Dan buat mereka yang mengalami musibah, semoga Allah memberi ketabahan pada mereka.

Dan harapan saya di Tahun ini dan tahun2 berikutnya (Insya Allah kalau Allah beri umur panjang), saya ingin meningkatkan kwalitas diri saya khususnya sebagai muslim. Mudah2an Allah mendengar dan mengabulkan doa saya. Amin.