It's about my dream
Tadi malam menjelang pagi saya mimpi kedatangan teman saya yang sudah wafat Alm. Vera Agusta. Ini adalah kedua kalinya saya mimpi tentang dia setelah dia wafat kira - kira 1 tahun yang lalu. Pertama kali mimpi tentang dia adalah waktu itu dia datang ke kantor ini, seperti biasa dia bercanda dengan teman-teman sini khususnya saya. Dengan tawanya dia yang khas, membuat suasana kantor jadi ramai. Yah memang almarhumah walaupun sudah ibu - ibu dengan 3 anaknya yang sudah ada yang kuliah tapi dia tetap saja funky. Main sama dia tuh saya merasa cocok. Makanya gak heran kalau saya merasa sangat kehilangan dengan kepergiannya.
Terakhir saya bertemu dengan dia adalah sewaktu kantor kami sedang mengadakan lay - off besar - besaran, dimana dia adalah salah satu karyawan yang waktu itu kena lay off. Berasa banget kehilangan dia secara dia adalah teman saya jalan. Pokoknya jalan sama dia gak ada istilah tanggung bulan. Jalan terus ke mall. Kalau gak ada uang ya udah paling lihat-lihat aja, pokoknya ngilangin penat di kantor. Apalagi kalau boss lagi gak ada langsung deh cabut!!!Makanya waktu dia kena lay off ya kehilangan banget. Paling2 kalau lagi BT di kantor saya telpon dia di rumah.
Saya ingat betul waktu itu kira2 setelah hampir sebulan saya gak telpon dia, tiba - tiba HP saya bunyi dan saya lihat telp. dari dia. Seperti biasa saya terima telpon dari dia makanya saya langsung jawab "Ya Tante Ve", tapi ternyata suara disana bukan suara dia tapi suara anaknya yang mengabarkan kalau beliau udah gak ada. Lemas sekali saya mendengarnya, seperti mimpi. Rasanya baru kemarin saya masih jalan sama dia. Tapi itulah takdir.
Dan tadi malam untuk kedua kalinya sahabat saya itu datang lagi dalam mimpi saya. Dia datang memakai pakaian putih dan tersenyum sama saya. Cukup lama dan dia tidak mengucap sepatah katapun. Sampai akhirnya saya terbangun. Dan sempat ngelamun juga pas bangun tidur mikirin apa ya artinya.
Sampai di kantor cerita ke anak2 media kalau tadi malam saya mimpi tentang almarhum, kata kawan - kawan saya mungkin dia kangen mbak atau sebaliknya. Dan kata kawan - kawan saya kalau kedatangan orang yang sudah meninggal dan dia tidak bicara apa- apa berarti memang dia datang. Yah memang saya kangen sekali sama si ibu satu itu. I miss U mbak, semoga mbak selalu tenang disisi-Nya. Senyum mbak cukup membuat kangen saya terobati. I miss U friend. Doa saya selalu menyertai mbak.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home