24 hours is not enough
Yah judul diatas kayaknya tepat banget untuk mengungkapkan perasaan saya saat ini. Memang saat ini tepatnya semenjak anak - anak mulai masuk sekolah, rasanya waktu saya untuk bertemu mereka sangat sedikit sekali. Seperti tadi malam, saya sampai rumah sudah jam 20.30 secara dari kantor juga abis Maghrib ditambah lagi jalanan macet jadi ya sudahlah apa boleh buat sampe rumah jam segitu.
Mungkin ini dilema yang sering dialamin oleh ibu - ibu yang bekerja seperti saya. Sekarang - sekarang ini saya memang sering (hampir tiap hari mungkin) pulang agak telat dari kantor. Lebih sering abis Maghrib. Yah bukan apa-apa semenjak saya menghandle bos saya yang saat ini menjabat sebagai President Director yang mana meja kerja saya dipindah jadi punya ruangan sendiri. Dan ruangan itu tepat disebelah ruangan bos saya (hiks). Otomatis hal itu membuat saya jadi gak enak kalau pulang "on time" dan memang kerjaan saya jadi bertambah dengan pindahnya keruangan ini. Saya sadari memang ini resiko yang harus saya hadapi dengan menghandle big boss disini.
Resiko...yah itulah yang harus saya terima dengan ikhlas. Karena dengan bertambahnya tanggung jawab saya dikantor otomatis waktu saya bertemu dengan anak2 sebentar sekali. Setiap hari saya berangkat dari rumah pukul 6.15 dan tiba dirumah lagi paling cepat pukul 19.30. Cape memang. Karena begitu sampai dirumah saya harus mempersiapkan segala keperluan anak saya sekolah untuk besok dari mulai pakaian, buku-buku pelajaran yang harus saya cek lagi. Lalu mandi, sholat, baru tidur. Dan anak-anak dari mereka mulai sekolah, kami orang tuanya selalu membiasakan untuk menyuruh mereka tidur paling lambat jam 21.00. Mereka harus sudah masuk kamar. Jadi bisa dihitung kan berapa lama waktu saya untuk bercengkerama dengan anak-anak saya sepulang kerja. Dan paginya begitu lagi. Menyiapkan keperluan suami dan anak-anak. Dari mulai sarapan sampai uang jajan mereka, nyuapin si kakak, memandikan si kecil Nenis, belanja untuk masak. Itulah rutinitas saya setiap hari. Cape memang, tapi itulah bentuk kasih sayang saya untuk menebus dosa saya sama anak-anak. Saya gak mau mereka merasa mama mereka sudah ketemu cuma sebentar terus gak perhatian sama mereka. Saya gak ingin anak-anak saya punya perasaan seperti itu. Makanya selelah-lelahnya saya, saya selalu menyempatkan waktu untuk mereka.
Alhamdullillah sampai saat ini mereka cukup mengerti dengan keadaan ini. Dan suami pun cukup mengerti dengan pekerjaan saya. Sejauh ini dia gak pernah complain saya pulang telat, karena yang penting urusan anak-anak gak terbengkalai.
For my lovely husband and my lovely children....thanks for your support. I love u all...............I'll do the best for you.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home